Tuesday, 13 January 2015

Tugas Kimia

Minyak Bumi

Kunjungi laman lain yang lebih lengkap seperti id.wikipedia.org mypediz.blogspot.com kimia.upi.edu

Pengertian minyak bumi. Minyak Bumi (bahasa Inggrispetroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum– minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, berwarna coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi.
Minyak Bumi diambil dari sumur minyak di pertambangan-pertambangan minyak. Lokasi sumur-sumur minyak ini didapatkan setelah melalui proses studi geologi, analisis sedimen, karakter dan struktur sumber, dan berbagai macam studi lainnya. Setelah itu, minyak Bumi akan diproses di tempat pengilangan minyak dan dipisah-pisahkan hasilnya berdasarkan titik didihnya sehingga menghasilkan berbagai macam bahan bakar, mulai dari bensin dan minyak tanah sampai aspal dan berbagai reagen kimia yang dibutuhkan untuk membuat plastik dan obat-obatan. Minyak Bumi digunakan untuk memproduksi berbagai macam barang dan material yang dibutuhkan manusia.
                                                                                                                 
A.      Komponen-Komponen Minyak Bumi
·         Jika dilihat kasar, minyak Bumi hanya berisi minyak mentah saja, tapi dalam penggunaan sehari-hari ternyata juga digunakan dalam bentuk hidrokarbon padat, cair, dan gas lainnya. Pada kondisi temperatur dan tekanan standar, hidrokarbon yang ringan seperti metanaetanapropana, dan butana berbentuk gas yang mendidih pada -161.6 °C, -88.6 °C, -42 °C, dan -0.5 °C, berturut-turut (-258.9°, -127.5°, -43.6°, dan +31.1° F), sedangkan karbon yang lebih tinggi, mulai daripentana ke atas berbentuk padatan atau cairan. Meskipun begitu, di sumber minyak di bawah tanah, proporsi gas, cairan, dan padatan tergantung dari kondisi permukaan dan diagram fase dari campuran minyak Bumi tersebut.
·         Sumur minyak sebagian besar menghasilkan minyak mentah, dan terkadang ada juga kandungan gas alam di dalamnya. Karena tekanan di permukaan Bumi lebih rendah daripada di bawah tanah, beberapa gas akan keluar dalam bentuk campuran. Sumur gas sebagian besar menghasilkan gas. Tapi, karena suhu dan tekanan di bawah tanah lebih besar daripada suhu di permukaan, maka gas yang keluar kadang-kadang juga mengandung hidrokarbon yang lebih besar, sepertipentanaheksana, dan heptana dalam wujud gas. Di permukaan, maka gas ini akan mengkondensasi sehingga berbentuk kondensat gas alam. Bentuk fisik kondensat ini mirip dengan bensin.
·         Persentase hidrokarbon ringan di dalam minyak mentah sangat bervariasi tergantung dari ladang minyak, kandungan maksimalnya bisa sampai 97% dari berat kotor dan paling minimal adalah 50%.

Berikut table komponen-komponen minyak bumi
Jenis senyawa
Persentase (%)
Contoh Senyawa
Hidrokarbon
90-99
Alkana, sikloalkana, aromatis
Senyawa belerang
0,1-7
Tioalkana (R-S-R), alkanatiol
Senyawa nitrogen
0,06-0,4
Asam karboksilat (R-COOH)
Senyawa oksigen
0,01-0,9
Pirol (C4H5N)
Organologam
<0,01
Senyawa-senyawa dari logam Ni dan V


Jadi komponen-komponen Minyak Bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, senyawa alkana (hidrokarbon jenuh) serta sedikit alkena, alkuna, dan alkadiena (hidrokarbon tidak jenuh) tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.
·      Proses pembentukan minyak bumi terdiri dari tiga tingkat, yaitu:
1.    Pembentukan sendiri, terdiri dari:
o  pengumpulan zat organik dalam sedimen
o  pengawetan zat organik dalam sedimen
o  transformasi zat organik menjadi minyak bumi.
2.    Migrasi minyak bumi yang terbentuk dan tersebar di dalam lapisansedimen terperangkap
3.    Akumulasi tetes minyak yang tersebar dalam lapisan sedimen hingga berkumpul menjadi akumulasi komersial.
o  Teori Organik (Biogenesis)
P.G. Mackuire yang pertama kali mengemukakan pendapatnya bahwa minyak bumi berasal dari tumbuhan. Beberapa argumentasi telah dikemukakan untuk membuktikan bahwa minyak bumi berasal dari zat organik yaitu:
-   Minyak bumi memiliki sifat dapat memutar bidang polarisasi,ini disebabkan oleh adanya kolesterol atau zat lemak yang terdapat dalam darah, sedangkan zat organik tidak terdapat dalam darah dan tidak dapat memutar bidang polarisasi.
-   Minyak bumi mengandung porfirin atau zat kompleks yang terdiri dari hidrokarbon dengan unsur vanadium, nikel, dsb.
-   Susunan hidrokarbon yang terdiri dari atom C dan H sangat mirip dengan zat organik, yang terdiri dari C, H dan O. Walaupun zat organik menggandung oksigen dan nitrogen cukup besar.
-   Hidrokarbon terdapat di dalam lapisan sedimen dan merupakan bagian integral sedimentasi.
-   Secara praktis lapisan minyak bumi terdapat dalam kambium sampai pleistosan.
-   Minyak bumi mengandung klorofil seperti tumbuhan.
o  Ada beberapa hal yang mempengaruhi peristiwa diatas, diantaranya:
1.        Degradasi thermal
       Akibat sedimen terkena penimbunan dan pembanaman maka akan timbul perubahan tekanan dan suhu. Perubahan suhu adalah faktor yang sangat penting.
2.        Reaksi katalis
       Adanya katalis dapat mempercepat proses kimia.
3.        Radioaktivasi
Pengaruh pembombanderan asam lemak oleh partikel alpha dapay membentuk hidrokarbon parafin. Ini menunjukan pengaruh radioaktif terhadap zat organik.
4.        Aktifitas bakteri. 
   Zat organik sebagai bahan sumber Jenis zat oragink yang dijadikan sumber minyak bumi menurut para ahli dap[at disimpulkan bahwa jenis zat organik yang merupakan zat pembentuk utama minyak bumi adalah lipidzat organik dapat terbentuk dalamkehidupan laut ataupun darat dan dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu: yang berasal dari nabati dan hewani.

PENUTUP

A.    Simpulan
Minyak Bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum– minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, berwarna coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi.
Komponen-komponen Minyak Bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, senyawa alkana (hidrokarbon jenuh) serta sedikit alkena, alkuna, dan alkadiena (hidrokarbon tidak jenuh) tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.
Proses pembentukan minyak bumi terdiri dari tiga tingkat, yaitu pembentukan sendiri, migrasi minyak bumi yang terbentuk dan tersebar di dalam lapisansedimen terperangkap, akumulasi tetes minyak yang tersebar dalam lapisan sedimen hingga berkumpul menjadi akumulasi komersial.
Proses pengolahan minyak bumi sendiri terdiri dari dua jenis proses utama, yaitu Proses Primer dan Proses Sekunder. Sedangkan dampak bahan bakar terhadap lingkungan meliputi, dampak terhadap udara, iklim, perairan, tanah dan asap kendaraan bermotor.
Minyak bumi dan gas alam merupakan senyawa hidrokarbon. Kegunaan terpenting dalam senyawa hidrokarbon adalah sebagai bahan bakar, baik bahan bakar minyakataupun elpiji, bensin, solar, dan minyak tanah dalah fraksi-fraksi dari minyak bumi yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat meliputi sandang, pangan, papan, seni dan estetika.

B.     Saran
Dalam penyusunan makalah ini penulis telah berusaha mencapai hasil yang sempurna, namun karena teterbatasan pencarian data dan penulis dalam menyusun makalah ini. Maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran. Akhir kata semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Analisis Perkembangan Makroekonomi di Indonesia (2005-2013)

Makroekonomi di Indonesia

Kunjungi laman lain yang lebih lengkap seperti bps.go.id setneg.go.id sanwandayani.blogspot.com ryandwi5sr.blogspot.com antaranews.com heavenoflight.blogspot.com syahfaahrestuninghayati.blogspot.com 
  • Angkatan kerja dan Pengangguran
Tahun
Angkatan Kerja (juta)
Pengangguran (juta)
2005
105,8
10,85
2006
106,28
11,1
2007
108,13
10,35
2008
111,48
9,43
2009
113,74
9,26
2010
116
8,59
2011
119,4
8,12
2012
120,41
7,61
2013
121,19
7,17
Dari tahun ke tahun angkatan kerja masyarakat Indonesia semakin meningkat. Selama 10 periode terakhir angkatan kerja tidak ada yang mengalami penurunan menurut data tersebut. Keberhasilan peningkatan angkatan kerja salah satunya karena berkat adanya Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan berkembangnya koperasi. Kredit Usaha Rakyat terus digalakkan oleh pemerintah melalui bank-bank pemerintah dan bank-bank daerah.
            Pada tahun 2013 angkatan kerja mencapai angka tertinggi. Salah satu faktornya adalah adanya perubahan tren dari pekerjaan di sektor informal menjadi sektor formal di pasar kerja. Telah terjadi krisis di Eropa namun tidak berdampak langsung terhadap Indonesia karena telah diantisipasi dengan sungguh-sungguh, melakukan pendekatan, dialog-dialog dengan perusahaan sehingga melahirkan efisiensi dan tidak terjadi pemutusan hubungan kerja.
            Selain itu, ajang seperti job fair maupun penyelenggaraan bursa kerja online dapat mempertemukan antara pihak yang memerlukan tenaga kerja atau perusahaan, dengan pihak pencari kerja dilaksanakan di berbagai daerah seperti di Bali. Tingkat pengangguran di Bali hanya sekitar 1,37 persen memang paling rendah dibandingkan dengan wilayah lain. Industri pariwisata yang menjadi motor penggerak perekonomian Bali sanggup menyediakan peluang kerja yang menjanjikan bagi masyarakat setempat maupun penduduk luar Bali.
Angka pengangguran dari tahun ke tahun cenderung turun seiring dengan kenaikan angkatan kerja. Masyarakat Indonesia mendapatkan pekerjaan sehingga angka pengangguran terus mengalami penurunan. Meningkatnya  tingkat pengangguran  dipengaruhi  oleh  penurunan  produktivitas,  pertumbuhan
ekonomi,  investasi,  pengeluaran  pemerintah  dan  inflasi  serta  naiknya  upah.

  • Pendapatan Nasional (PDB)

Dari tabel diatas pendapatan nasional (GDP/Gross Domestic Product) yang merupakan keseluruhan jumlah output warga masyarakat berupa barang dan jasa di Indonesia menunjukan bahwa pendapatan nasional tahun 2005-2008 terus melaju naik. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi nasional mengalami peningkatan dan mencerminkan tingkat pendapatan masyarakat semakin bertambah. Hal ini berpengaruh besar terhadap kemakmuran warga masyarakat.
            Ada sembilan sektor yang masuk dalam penghitungan pendapatan nasional seperti pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan masuk dalam satu sektor, kemudian  pertambangan dan penggalian; indutri pengolahan yang mana dibagi menjadi dua industri migas dan non migas; litrik, gas dan air bersih; bangunan; perdagangan, hotel dan restoran; pengangkutan dan komunikasi; keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan; jasa-jasa.
Sektor industri pengolahan merupakan penyumbang tertinggi pada PDB Indonesia, yang tiap tahunnya menigkat. Terdapat tiga unsur pelaku ekonomi yang mendukung perkembangan sektor industri, yaitu Badan Usaha Milik Swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pengusaha kecil / menengah, serta koperasi ( PKMK ). Industri yang lebih mendominasi adalah industri non migas yaitu makanan, minuman dan tembakau.
Pencapaian industri pengolahan didukung akibat terciptanya iklim usaha yang lebih kondusif baik bagi industri yang sudah ada maupun investasi baru dalam bentuk tersedianya layanan umum, sumber–sumber pendanaan yang terjangkau, dan kebijakan fiskal yang menunjang. Peningkatan pangsa sektor industri manufaktur di pasar domestik, baik untuk bahan baku maupun produk akhir. Meningkatnya volume ekspor produk manufaktur dalam total ekspor nasional. Meningkatnya proses alih teknologi dari foreign direct investment (FDI). Meningkatnya penerapan standarisasi produk industri manufaktur sebagai faktor penguat daya saing produk nasional. Meningkatnya penyebaran sektor industri manufaktur ke luar Pulau Jawa, terutama industri pengolahan hasil sumber daya alam.
        Selain sektor industri, sektor pertambangan dan penggalian tertinggi ke dua sebagai penyumbang cukup signifikan pada pendapatan nasional. Terutama dalam bidang nilai nominal mineral. Ada 20 negara dengan nilai produksi pertambangan terbesar di dunia yang menguasai 88% produksi mineral dunia dan Indonesia duduk pada urutan ke-11 dengan nilai produksi mineral $12,22 miliar.
            Sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan juga menyumbang banyak dalam PDB Indonesia. Adapun kontribusi sektor pertanian dan peternakan terhadap pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di Indonesia Sektor ini mencakup sub sector tanaman, bahan makanan, tanaman perkebunan, peternakan, kehutanan dan periakanan. Subsektor terbesar dalam membentuk PDRB sektor pertanian adalah sub sector bahan makanan dengan memberikan peran sebesar 27,83%. Sedangkan subsektor lainnya seperti tanaman perkebunan, peternakan kehutanan dan perikanan masing-masing memberikan peran sebesar 3,89%, 5,541%, 0,62%, dan 0,40%.
Pertanian dan peternakan mampu memberikan devisa kepada negara apabila pertanian dan peternakan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan meningkatkan daya saing produk pertanian ataupun peternakan. Hal ini dilakukan agar para petani dan peternak Indonesia mampu meningkatkan ekpor dan mengurangi impor. Dalam proses perubahan ini, pemerintah ikut serta membantu para petani dengan cara menyediakan lahan yang di gunakan para petani, memberi pelatihan dasar, memberikan subsidi mesin-mesin dan bibit unggul, serta menghimbau masyarakat untuk menggunakan produk pertanian dan peternakan dalam negeri. Meskipun sektor tersebut menyumbang banyak namun masih sedikit kontribusinya karena kendala seperti perubahan iklim kemarau, lahan pertanian semakin berkurang, belum menggunakan mesin – mesin pembantu yang dialakukan seperti negara –negara maju lainnya.
        Peningkatan pendapatan nasional akan membawa dampak baik bagi masyarakat Indonesia. Ketika pendapatan warga meningkat, maka mereka akan melakukan saving lebih besar lagi, dan ini akan menambah jumlah investasi, pendapatan nasional akan meningkat dan mengurangi angka pengangguran. 

Analisa Rasio Keuangan

ANALISA RASIO KEUANGAN

Ini dari buku pengantar manajemen T. Hani Handoko
Rasio atau indeks merupakan patokan/ukuran-ukuran tertentu untuk menilai prestasi dan kondisi keuangan suatu perusahaan. Analisa rasio keuangan memberikan penilaian atas dasar data dan informasi dalam bentuk prosentase. Hal ini menyangkut dua jenis perbandingan yaitu membandingkan rasio di masa lalu dan yang diharapkan di masa datang untuk perusahaan yang sama, membandingkan rasio suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis pada saat yang sama.
Rasio dapat dihitung dengan 4 tipe dasar yaitu:
   1. Rasio likuiditas: mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek.
   2. Rasio leverage (debt management ratios): menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjang.
   3. Rasio aktivitas (asset-management ratios): mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan sumber dayanya.
   4. Rasio profitabilitas: mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan dengan ditunjukan oleh laba yang diperoleh dari penjualan dan investasi.


Matematika Bisnis

Contoh soal matematika bisnis semester 1
bingung mau upload apa :3 ini soal dari dosen aku hehe selamat mencoba

1. $30,000 is invested in a fund earning 10 % compounded quarterly. The first quarterly withdrawal of $3000 will be taken from the fund two years from now.  How many withdrawals will it take to deplete the fund? (Nilai : 20)

2. You invested $ 6000 at  6 % compounded quarterly.  After 2 1/2 years, the rate changed to 8 % compounded  monthly.
What amount will you  have 5 years after the initial investment? (Point : 15)

3. You borrowed $ 9000 at 7% compounded monthly.  On the first,second, third anniversaries of the loan, you made payments of $3000. What is the balance outstanding immediately following the third payment? (Point : 20)

4. Your parents are discussing the terms of the $150 000 mortgage. They are considering an interest rate of  5% compounded monthly. If you were to take to 15 year repay the mortgage, find the size of the monthly payment. How much interest will you pay your parents over the 15 year period?
As those amount of interest shocks you, you discuss the possibility of making payments of $2000/month, to save some time and interest costs. Determine the time it will take you to repay your mortgage at this new rate. Approximately how much money do you save in interest charges by paying $2000/month. (Point : 35)

5. Ace Hardware has a promotion on a bedroom set selling for $4000.  Buyers will pay “no money down and no payments for 12 months.”The first of 36 equal monthly payments is due 12 months from the purchase date. What should the monthly payments be if York Furniture earns 24% compounded monthly on its account receivable during both the deferral period and the repayment period? (Point: 25)

6. Benson automotive needs $120,000 to upgrade shop tools.  The simple discount note has a 9.5% rate and matures in 90 days. Find the face value of the loan ! (Point :10)

7. You already have $10000 saved for your down payment. After 2 years, you save $1000 per month, for the next 3 years, find the size of your available down payment.  Assume you can earn  6% compounded monthly on all of your savings. (Point :20)

8. What is the equivalent value  on June 15th of a $1000 payment due on the following September 24,  if money can earn 6 %? (Point :10)

9. You invest $5,000 on Mar. 20 at 6% The changes in interest rates  are as follows:

Mar 20 at 6%, April 2 at 7%, and May 17 at 7.5% How much Interest did I earn up to July 1st ? (Point :10)
Analisis Perkembangan Makro ekonomi di Indonesia


Kunjungi website lain yang lebih lengkap seperti setneg.go.id bps.go.id www.academia.edu market.bisnis.com financedetik.com lepi2.blogspot.com starbuckerseconomists.blogspot.com :)


  • Pertumbuhan Ekonomi

Tahun
Pertumbuhan ekonomi (persen)
2005
5,8
2006
5,51
2007
6,31
2008
6,03
2009
4,57
2010
6,1
2011
6,5
2012
6,3
2013
5,78


         Pertumbuhan ekonomi Indonesia terendah selama 10 periode terakhir terjadi pada tahun 2009 yaitu mencapai 4,57 persen yang menurun 1,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini terjadi karena kenaikan harga BBM pada tahun 2008 yang diikuti kenaikan harga secara keseluruhan yang berdampak di tahun 2009. Namun, faktor utama penyebab penurunan pertumbuhan ekonomi tahun 2009 yaitu dampak krisis ekonomi global pada tahun 2008, sebagai negara berkembang, krisis ekonomi global tentunya akan berimbas pada Indonesia. Krisis ekonomi global ditandai dengan negara adidaya Amerika Serikat mengalami resesi yang serius, sehingga terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi yang selanjutnya mengurangi daya beli masyarakat Amerika. Hal ini sangat mempengaruhi negara-negara lain karena Amerika Serikat merupakan pangsa pasar yang besar bagi negara-negara lain termasuk Indonesia. Penurunan daya beli masyarakat di Amerika menyebabkan penurunan permintaan impor dari Indonesia. Dengan demikian ekspor Indonesia pun menurun. Inilah yang menyebabkan terjadinya defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI).
Krisis global ini juga berpengaruh terhadap peredaran uang di masyarakat meningkat yang dapat menyebabkan produktivitas sektor-sektor industri mengalami penurunan. Selain itu, tingkat ketidakpastian cukup tinggi, sehingga proses ekspor mengalami kendala, hal ini menyebabkan beberapa penanaman modal asing ditarik dari Indonesia. Faktor-faktor tersebut tentunya akan mengurangi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
            Rendahnya pertumbuhan ekonomi pada tahun 2005-2006 disebabkan karena pertumbuhan disektor industri khususnya pertambangan mengalami penurunan karena inflasi yang melonjak secara signifikan yang mencapai angka 17,11 yang menyebabkan pertumbuhan PDB menurun. Namun pada tahun 2007 Indonesia mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ini meningkat dikarenakan kestabilan makro ekonomi yang cukup terjaga. Kestabilan makro ekonomi tersebut ditunjukkan dengan inflasi yang lebih rendah dibandingkan tahun 2006, posisi cadangan devisa yang meningkat dibandingkan tahun 2006, dan nilai tukar rupiah yang relatif tidak terlalu meningkat. Hal ini berdampak positif pada pasar modal Indonesia, dimana investor yang ingin menanamkan modal dan obligasi republic Indonesia (ORI).
            Pertumbuhan ekonomi tetinggi terjadi pada tahun 2011 yaitu sebesar 6,5 persen. Hal ini terjadi karena keberhasilan peningkatan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2010 yang meningkat 1,53 persen dari tahun sebelumnya. Fakor penyebabnya seperti terjadi peningkatan pada semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi 13,5 persen dan terendah di Sektor Pertanian 2,9 persen. Sementara pertumbuhan PDB tanpa migas tahun 2010 mencapai 6,6 persen. Selain itu disebabkan oleh tingkat suku bunga yang perlahan menurun. Tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh Bank sentral melalui bank-bank dengan menurunkan tingkat suku bunga deposit, mendorong masyarakat untuk tidak keseringan menabung, sehingga penawaran tehadap sektor-sektor industri mengalami peningkatan dan menyebabkan kenaikan PDB. Selain itu, inflasi cenderung stabil. Faktor-faktor tersebut yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi meningkat. Melanjutkan kebijakan, pada tahun 2011 pertumbuhan ekonomi meningkat 0,4 persen dari tahun 2010.

  • Inflasi
          Inflasi tahun 2005 dengan nilai sebesar 17,11% adalah inflasi tertinggi pada periode 10 tahun terakhir ini, hal ini terjadi karena tekanan akan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Tingginya harga minyak di pasar internasional menyebakan Pemerintah berusaha untuk menghapuskan subsidi BBM. Hal tersebut sangat mempengaruhi kondisi makro ekonomi Indonesia, dimana konsumsi BBM mencapai 47.4 % dari total konsumsi energi Indonesia. Kebijakan pemerintah menaikkan  harga  BBM  bersubsidi  penyumbang  signifikan  kepada
tingginya  angka  inflasi.
Pada 2008 tingkat inflasi tertinggi kedua pada periode 10 tahun terakhir. Hal ini disebabkan karena terjadi krisis ekonomi global yang tentunya juga berdampak bagi Indonesia yang memiliki suku bunga hutang. Krisis ekonomi global ditunjukkan seperti kenaikan harga komoditi dunia terutama minyak dan pangan. Hal tersebut juga berdampak pada Indonesia yang mana kebijakan pemerintah juga menaikkan harga barang untuk mengurangi dampak krisis ekonomi global.

Inflasi terendah terjadi pada 2009 yaitu mencapai 2,78% yang menurun 8,28% dari tahun sebelumnya. Penyebabnya adalah penurunan permintaan akibat kemerosotan ekonomi global dan kebijakan pemerintah untuk menurunkan nilai mata uang dalam negeri (devaluasi) dolar Amerika. Penurunan permintaan secara global juga dirasakan Indonesia yang akhirnya pemerintah mengambil kebijakan untuk menekan laju inflasi.
Peningkatan inflasi tertinggi pada tahun 2010 yaitu meningkat 4,18 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan karena tekanan bahan pangan yang antara lain disebabkan adanya kendala pencapaian target produksi pangan akibat anomali cuaca. Kondisi cuaca yang tidak normal mengakibatkan menurunnya pasokan beberapa jenis pertanian seperti cabe merah dan cabe rawit sehingga menyebabkan penurunan terhadap hasil pertanian untuk mencegah kelangkaan,  pemerintah menaikkan harga tersebut. Selain itu, kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar dunia pada akhir tahun 2010 mendorong kenaikan harga minyak goreng di Indonesia.
Pada 2011 inflasi turun cukup signifikan hal ini disebabkan karena beberapa harga bahan makanan mengalami penurunan. harga cabai rawit dan beras mengalami penurunan serta menyumbang deflasi karena memiliki banyak pasokan dan masa panen di beberapa daerah masih terjadi. Bahan makanan lain yang menyumbangkan deflasi adalah ikan segar, sedangkan harga emas perhiasan yang mengalami penurunan juga menyebabkan laju inflasi turun. Selain itu juga karena cuaca cukup mendukung untuk melaut sehingga harga ikan segar turun, sementara harga emas masih dipengaruhi harga di pasar internasional yang turun.
Inflasi naik kembali sebesar 4,08% pada 2013 dan menjadi urutan ketiga inflasi terbesar dalam kurun 10 periode. Penyebabnya adalah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. BBM memberi andil atas inflasi sebesar 1,17%. Kenaikan harga BBM juga membuat harga beberapa komoditas lainnya juga naik. Seperti tarif angkutan dalam kota memberikan pengaruh inflasi 1,75%. Selain itu juga harga cabai merah memberikan andil inflasi 1,31% karena pengaruh cuaca.

  • Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar rupiah terendah/menguat selama 10 periode terakhir terjadi pada 2010 yang mencapai angka Rp 8991,00 per dolar Amerika. Hal ini disebabkan pertumbuhan ekonomi yang tetap positif di kawasan Asia, terutama dimotori  oleh Cina dan India, serta meningkatnya pertumbuhan ekspor dan investasi Indonesia selama  tahun  2010, mendukung  peningkatan fundamental ekonomi domestik dan menguatkan nilai tukar rupiah. Selain itu AS menutup defisitnya dengan cara mengurangi konsumsi mereka. Konsumsi yang menurun ini akan membuat impor AS berkurang dan efeknya akan menyebabkan melemahnya dolar mereka.
Nilai tukar rupiah tertinggi/melemah terjadi pada 2008 yang menunjuk angka Rp 10.950,00 hal ini disebabkan terus mengalirnya valuta asing ke Indonesia akibat adanya asumsi positif tentang Indonesia. Selain itu, kebijakan defisit APBN yang dilakukan oleh Presiden Barrack Obama yang meneruskan kebijakan Presiden Bush menyebabkan defisit tersebut ditutup dengan pencetakan uang baru yang menyebabkan tingkat inflasi di AS meningkat. Bertambahnya jumlah dolar AS - sementara banyak mata uang negara-negara lain yang jumlahnya konstan telah menyebabkan penurunan nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang termasuk rupiah.

Nilai tukar rupiah tertinggi ke dua terjadi pada tahun 2013 yang mencapai angka Rp 10074,00. Hal ini disebabkan ekspor meningkatkan permintaan atas mata uang negara eksportir, karena dalam ekspor, biasanya terjadi pertukaran mata uang negara tujuan dengan mata uang negara eksportir. Pertukaran ini terjadi karena negara eksportir membutuhkan hasil akhir ekspor dalam bentuk mata uang negaranya agar bisa ia pakai dalam usahanya. Sebaliknya, impor meningkatkan penawaran atas mata uang negara importir, karena dalam impor, biasanya terjadi pertukaran mata uang negara importir dengan mata uang negara asal. Pada pertengahan 2013 impor Indonesia lebih kecil daripada ekspornya, maka situasi ini telah melemahkan nilai tukar Rupiah karena meningkatkan penawaran atas mata uang Indonesia.
Pada 2009 nilai tukar rupiah menguat menurun sebesar 1.550 rupiah dari tahun sebelumnya. Ini merupakan penurunan paling tajam dari tahun sebelumnya. Ini terjadi ketika BI terus menurunkan BI rate hingga mencapai 6,5 persen hingga mencapai 9400 rupiah. Selain itu juga disebabkan karena ekspektasi pada prospek ekonomi yang lebih baik di Indonesia, perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa memiliki keuntungan yang lebih besar, sehingga nilainya di mata investor akan naik. Akibatnya, aliran investasi asing ke pasar modal akan meningkat, yang pada akhirnya membuat mata uang negara  menguat.
            Pada 2006 dan 2011 nilai tukar rupiah menguat, dan terendah kedua setelah tahun 2010. Pada 2011 pemulihan perekonomian AS dipandang masih kurang memuaskan, sebagaimana terindikasi dari lambatnya penurunan penganggguran dari 9,8 persen menjadi 8,8 persen (April 2011). Hal ini membuat the Fed yaitu Bank Sentral AS mematok dan menahan suku bunga rendah pada level 0,25 persen. Selain itu, the Fed juga masih menerapkan kebijakan stimulus dalam skema quantitative easing senilai 600 miliar dollar AS. Dua kebijakan itu membuat suplai mata uang AS di pasar Indonesia bertambah banyak dan nilainya terhadap rupiah mengalami penurunan. Selain itu, proses pemulihan perekonomian AS membuat permintaan di negara itu terhadap produk-produk yang dihasilkan negara lain mengalami peningkatan cukup signifikan termasuk peningkatan permintaan barang Indonesia. Faktor-faktor tersebut yang menyebabkan mata uang rupiah menguat