Tuesday, 13 January 2015

Geografi

HIDROSFER

Hidrosfer merupakan wilayah perairan yang mengelilingi bumi. Hidrosfer meliputi samudra, laut, sungai, danau, air tanah, mata air, hujan, dan air yang berada di atmosfer. Sekitar tiga perempat dari permukaan bumi ditutupi oleh air. Air di bumi bersirkulasi dalam lingkaran hidrologi, di mana air jatuh sebagai hujan dan mengalir ke samudra-samudra sebagai sungai dan menguap kembali ke atmosfer.
Air di alam terbagi menjadi tiga, sebagai berikut.
1. Air di permukaan bumi, meliputi laut, sungai, danau, rawa, salju, es, dan gletser.
2. Air di udara, meliputi uap air, kabut, dan berbagai macam awan.
3. Air di dalam tanah, meliputi air tanah, air kapiler, geiser, dan artois.
Ada beberapa cabang ilmu pengetahuan yang khusus mempelajari tentang air yaitu:
1. Oceanografi, adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang air laut atau laut secara umum.
2. Glasiologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang es, gletser dan hal-hal lain yang berkaitan dengan es.
3.Hidrologi, adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang air di permukaan bumi maupun di bawah tanah.
4. Limnologi, adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang danau.
5. Potamologi, adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang air yang mengalir di permukaan, baik yang melalui saluran ataupun tidak.
6. Geohidrologi, adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari keberadaan, persebaran, dan gerakan air di bawah tanah.
7. Hidrometeorologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan unsur-unsur meteorologi dan siklus hidrologi.
Jumlah air di bumi tidak bertambah dan tidak berkurang, namun wujud dan tempatnya sering mengalami perubahan. Perubahan wujud air (padat, cair, dan gas) membentuk suatu siklus atau daur yang disebut siklus/daur hidrologi.
Siklus hidrologi adalah proses perputaran air, dari air menguap menjadi awan, dan apabila sudah mencapai titik jenuh awan tersebut akan jatuh dalam bentuk air hujan begitu seterusnya.
Dalam siklus hidrologi air mengalami perubahan bentuk. Berbagai perubahan bentuk air dalam siklus hidrologi diuraikan sebagai berikut.
1. Proses penguapan air permukaan, seperti air laut, sungai, danau, sawah, dan air yang terkandung dalam tumbuhan menguap karena terkena sinar matahari. Proses penguapan tersebut disebut dengan evaporasi, di mana dalam proses ini terjadi perubahan bentuk air dari cair menjadi uap air atau awan.
2. Uap air dari hasil penguapan pada ketinggian tertentu berubah menjadi awan dan ada yang terbawa angin naik ke pegunungan, karena pengaruh udara dingin air berubah menjadi awan. Dalam proses ini terjadi perubahan bentuk air dari cair menjadi gas (uap) dan berubah lagi menjadi embun bahkan menjadi kristal-kristal es (benda padat).
3. Awan sampai pada suhu dan ketinggian tertentu akhirnya jatuh ke bumi dalam bentuk hujan. Dalam proses ini air yang berbentuk padat (kristal es) jatuh ke permukaan bumi menjadi air. Air hujan yang jatuh di permukaan bumi ada yang mengalir di permukaan tanah (mengalir ke sungai, danau, dan laut) dan ada pula yang meresap ke dalam tanah. Air yang berada di permukaan tanah akan menguap lagi menjadi uap air dan awan, kemudian turun menjadi hujan, begitu seterusnya.

KLASFIKASI IKLIM
Variasi dalam iklim di muka bumi terjadi karena rotasi dan revolusi bumi serta adanya perbedaan garis lintang. Beberapa macam iklim antara lain sebagai berikut.
1.      Iklim matahari/Ikllim lintang
Klasifikasi ini didasarkan pada banyak sedikitnya cahaya matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Berikut pembagiaannya
a.       Daerah iklim tropis : 0˚ - 23,5˚ LU/LS
b.      Daerah iklim sub tropis : 23,5˚ - 40˚ LU/LS
c.       Daerah iklim sedang : 40˚ - 66,5˚ LU/LS
d.      Daerah iklim dingin : 66,5˚ - 90˚ LU/LS

2.      Iklim Koppen
Pengelompokan iklim ini berdasarkan suhu dan curah hujan.
Cara penentuan iklim dengan menentukkan curah hujan terendah dan rata-rata curah hujan dalam satu tahun dalam sebuah grafik.
Curah hujan terendah akan menentukkan iklim dengan keterangan sebagai berikut.
0 – 20 = AS/AW (Iklim sabana tropis)
20 – 40 = AM (Musim kerring agak pendek)
>40       = AF (Iklim hujan tropis)

3.      Iklim Schmidt – Fergusson
Pembagian iklim ini berdasarkan perhitungan jumlah bulan-bulan kering dibagi bulan-bulan basah dalam setahun, kemudian dikalikan seratus persen.

                                    Q =   x 100

Penentuan bulan-bulan basah dan kering menggunakan metode Mohr. Menurut Morh, dikatakan sebagai berikut.

a.       Bulan kering yaitu bulan-bulan yang curah hujannya kurang dari 60mm
b.      Bulan basah yaitu bulan-bulan yang curah hujannya lebih dari 100mm
c.       Bulan lembab yaitu bulan-bulan ynag curah hujannya antara 60 – 100 mm
Pembagian iklim  menurut Schmidt – Fergusson :
1.      Iklim A : 0 - < 14,3% ( Sangat Basah )
2.      Iklim B : 14,3 - < 33,3% ( Basah )
3.      Iklim C : 33,3 - < 60% ( Agak Basah )
4.      Iklim D : 60 - < 100% ( Sedang )
5.      Iklim E : 100 - < 167% (Agak Kering )
6.      Iklim F : 167 - > 300% ( Kering )
7.      Iklim G : 300 - > 700% ( Sanagt Kering )
8.      Iklim H : = 700% ( Luar Biasa Kering )

4.      Iklim F. Junghuhn
Junghuhn mengklasifikasikan daerah iklim di Pulau Jawa secara vertical sesuai dengan kehidupan tumbuh-tumbuhan yaitu sebagai berikut.
a.       Daerah panas atau tropis
Tinggi tempat : 0 – 600 m di atas permukaan laut.
Suhu                 : 26,3˚ C - 22˚ C.
Tanaman         : padi, jagung, kopi, tembakau, tebu, karet, coklat.
b.      Daerah sedang
Tinggi tempat : 600 – 1500 m di atas permukaan laut.
Suhu                 : 22˚ C – 17,1˚ C.
Tanaman         : padi, tembakau, kina, coklat, sayur-sayuran.
c.       Daerah sejuk
Tinggi tempat : 1500 – 2500 m di atas permukaan laut.
Suhu                 : 17,1˚ C – 11,1˚ C.
Tanaman         : kopi, teh, kina, sayur-sayuran. 
d.      Daerah dingin
Tinggi tempat : lebih dari 2500 m di atas permukaan laut.
Suhu                 : 11,1˚ C – 6,2˚ C.
Tanaman         : tidak ada tanaman budi daya.

5.      Iklim Oldeman
Metode Oldeman (1975) hanya menggunakan unsur curah hujan sebagai dasaar klasifikasi iklim. Penggolongan iklimnya dikenal dengan sebutan zona agroklimat  (agro-climatic classification).
Pembagian bulan basah, kering, lembab sebagai berikut.
a.       Bulan basah jika curah hujan lebih dari 200 mm
b.      Bulan lembab jika curah hujannya antara 100 – 200 mm
c.       Bulan kering jika curah hujannya kurang dari 100 mm
Tipe-tipe ikim menurut Oldeman.
Iklim A : terdapat lebih dari 9 bulan basah berurutan.
Iklim B : terdapat 7-9 bulan basah berurutan.
Iklim C : terdapat 5-6 bulan basah berurutan.
Iklim D : terdapat 3-4 bulan basah berurutan.

Iklim E : terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan.

Laporan Kunjungan

LAPORAN KUNJUNGAN KE PERUSAHAAN ROTI


Oleh : Hakim, Riyan Setiawan, Bima Elang
Pukul 07.30 rombongan yang terdiri dari siswa, guru pendamping, wali kelas bertolak menuju perusahan roti. Rombongan menuju perusahaan menggunakan bus. Tepat pukul 10.00 kami diterima oleh kepala bagian operasional perusahaan tersebut. Ibu Teti Pujiati, S.E. namanya. Rombongan diterima di aula perusahaan ini. Ibu Teti Pujiati di damping kepala bagian pemasaran yg bernama Ibu Rina, S.H. memberi penjelasan kepada rombongan itu. Ibu Teti Pujiati memberikan gambaran pemprosesan dari bahan kasar sampai menjadi roti siap saji. Ibu Rina memberikan penjelasan system pemasaran roti tersebut.
         Ada beberapa teman yang bertanya seputar penjelasan kedua ibu tersebut. Saya bertanya bagaimana mengetahui peredaran roti yg sudah kadarluasa dan bagaimana dari toko ke perusahaan ini. Ibu Rina menjawab pertanyaanku . “Bagian pemasaran sudah mempunyai catatan berdasarkan peta persebaran distribusi dan setiap tiga hari sekali petgas menarik dan mengganti roti yang  baru .” Ibu Teti memberikan penjelasan bahwa perusahaan roti ini tidak menghasilkan limbah jawaban ini karena ada teman yang bertanya tentang penanganan limbah.
Kami bersama rombongan sangat senang ketika diajak keliling di perusahaan roti ini.Kami diberi kesempatan untuk melihat bagian perbagian. Setelah mengelilingi proses pembuatan roti kami beserta rombongan dipersilahkan menikmati roti perusahaan tersebut.

Pokok –Pokok Laporan
1.      Pukul 07.30 rombongan menuju perusahaan menggunakan bus. Ibu Teti Pujiati memberikan gambaran pemrosesan dan bahan dasar sampai menjadi roti siap saji. 
2.      Saya bertanya bagaimana mengetahui peredaran roti yang sudah kadarluasa dan bagaimana penarikannya dari toko ke perusahaan ini
3.      Setelah mengelilingi proses pembuatan roti kami beserta rombongan dipersilahkan menikmati roti perusahaan tersebut.

Indikator waktu
                 
1.      Pukul 07.30 rombongan yg terdiri dari siswa, guru pendamping, wali kelas                         bertolak menuju perusahaan roti.
2.      Tepat pukul 10.00 kami diterima oleh kepala bagian operasional perusahaan tersebut .
3.      Ibu Teti Pujiati didampingi kepala bagian pemasaran yang bernama Ibu Rina S.H. memberi penjelasan kepada rombongan itu. 
4.      Setelah mngelilingi proses pembuatan roti kami beserta rombongan dipersilahkann menikmati roti perusahaan tersebut.


Ringkasan
    
Pukul 07.30 rombongan yang terdiri dari siswa, guru pendamping, wali kelas bertolak menuju perusahaan roti. Rombongan menuju perusahaan menggunakan bus. Tepat pukul 10.00 kami diterima oleh kepala bagian operasional perusahaan tersebut. Rombongan diterima di aula perusahaan ini. Ibu Teti Pujiati memberikan gambaran pemrosesan dari bahan dasar sampai menjadi roti siap saji. Ibu Rina memberikan penjelasan system pemasaran roti tersebut. Setelah mengelilingi proses pembuatan roti kami beserta rombongan dipersilahkan menikmati roti perusahaan tersebut.   

Kesan
 Menurut saya yang paling saya sukai saat menikmati roti di perusahaan tersebut. Rotinya sangat enak.




Analisis laporan

1.        Isi Laporan
Laporan tersebut berisi kunjungan ke Perusahaan Roti
2.        Bentuk Laporan
Ditinjau dari bentuk laporan, penyampaian tersebut disampaikan dalam bentuk narasi dengan bahasa resmi.
3.        Kronologi Waktu
Kronologi waktu kejadian merupakan peristiwa kurang urut.
4.        Kebahasaan
Menggunakan bahasa yang resmi atau formal.
5.        Kelengkapan Data

Kata dan penjelas pendukung disampaikan secara kurang lengkap.

Tugas Kimia

Minyak Bumi

Kunjungi laman lain yang lebih lengkap seperti id.wikipedia.org mypediz.blogspot.com kimia.upi.edu

Pengertian minyak bumi. Minyak Bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum– minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, berwarna coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi.
Minyak Bumi diambil dari sumur minyak di pertambangan-pertambangan minyak. Lokasi sumur-sumur minyak ini didapatkan setelah melalui proses studi geologi, analisis sedimen, karakter dan struktur sumber, dan berbagai macam studi lainnya. Setelah itu, minyak Bumi akan diproses di tempat pengilangan minyak dan dipisah-pisahkan hasilnya berdasarkan titik didihnya sehingga menghasilkan berbagai macam bahan bakar, mulai dari bensin dan minyak tanah sampai aspal dan berbagai reagen kimia yang dibutuhkan untuk membuat plastik dan obat-obatan. Minyak Bumi digunakan untuk memproduksi berbagai macam barang dan material yang dibutuhkan manusia.
                                                                                                                 
A.      Komponen-Komponen Minyak Bumi
·         Jika dilihat kasar, minyak Bumi hanya berisi minyak mentah saja, tapi dalam penggunaan sehari-hari ternyata juga digunakan dalam bentuk hidrokarbon padat, cair, dan gas lainnya. Pada kondisi temperatur dan tekanan standar, hidrokarbon yang ringan seperti metana, etana, propana, dan butana berbentuk gas yang mendidih pada -161.6 °C, -88.6 °C, -42 °C, dan -0.5 °C, berturut-turut (-258.9°, -127.5°, -43.6°, dan +31.1° F), sedangkan karbon yang lebih tinggi, mulai daripentana ke atas berbentuk padatan atau cairan. Meskipun begitu, di sumber minyak di bawah tanah, proporsi gas, cairan, dan padatan tergantung dari kondisi permukaan dan diagram fase dari campuran minyak Bumi tersebut.
·         Sumur minyak sebagian besar menghasilkan minyak mentah, dan terkadang ada juga kandungan gas alam di dalamnya. Karena tekanan di permukaan Bumi lebih rendah daripada di bawah tanah, beberapa gas akan keluar dalam bentuk campuran. Sumur gas sebagian besar menghasilkan gas. Tapi, karena suhu dan tekanan di bawah tanah lebih besar daripada suhu di permukaan, maka gas yang keluar kadang-kadang juga mengandung hidrokarbon yang lebih besar, sepertipentana, heksana, dan heptana dalam wujud gas. Di permukaan, maka gas ini akan mengkondensasi sehingga berbentuk kondensat gas alam. Bentuk fisik kondensat ini mirip dengan bensin.
·         Persentase hidrokarbon ringan di dalam minyak mentah sangat bervariasi tergantung dari ladang minyak, kandungan maksimalnya bisa sampai 97% dari berat kotor dan paling minimal adalah 50%.

Berikut table komponen-komponen minyak bumi
Jenis senyawa
Persentase (%)
Contoh Senyawa
Hidrokarbon
90-99
Alkana, sikloalkana, aromatis
Senyawa belerang
0,1-7
Tioalkana (R-S-R), alkanatiol
Senyawa nitrogen
0,06-0,4
Asam karboksilat (R-COOH)
Senyawa oksigen
0,01-0,9
Pirol (C4H5N)
Organologam
<0,01
Senyawa-senyawa dari logam Ni dan V


Jadi komponen-komponen Minyak Bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, senyawa alkana (hidrokarbon jenuh) serta sedikit alkena, alkuna, dan alkadiena (hidrokarbon tidak jenuh) tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.
·      Proses pembentukan minyak bumi terdiri dari tiga tingkat, yaitu:
1.    Pembentukan sendiri, terdiri dari:
o  pengumpulan zat organik dalam sedimen
o  pengawetan zat organik dalam sedimen
o  transformasi zat organik menjadi minyak bumi.
2.    Migrasi minyak bumi yang terbentuk dan tersebar di dalam lapisansedimen terperangkap
3.    Akumulasi tetes minyak yang tersebar dalam lapisan sedimen hingga berkumpul menjadi akumulasi komersial.
o  Teori Organik (Biogenesis)
P.G. Mackuire yang pertama kali mengemukakan pendapatnya bahwa minyak bumi berasal dari tumbuhan. Beberapa argumentasi telah dikemukakan untuk membuktikan bahwa minyak bumi berasal dari zat organik yaitu:
-   Minyak bumi memiliki sifat dapat memutar bidang polarisasi,ini disebabkan oleh adanya kolesterol atau zat lemak yang terdapat dalam darah, sedangkan zat organik tidak terdapat dalam darah dan tidak dapat memutar bidang polarisasi.
-   Minyak bumi mengandung porfirin atau zat kompleks yang terdiri dari hidrokarbon dengan unsur vanadium, nikel, dsb.
-   Susunan hidrokarbon yang terdiri dari atom C dan H sangat mirip dengan zat organik, yang terdiri dari C, H dan O. Walaupun zat organik menggandung oksigen dan nitrogen cukup besar.
-   Hidrokarbon terdapat di dalam lapisan sedimen dan merupakan bagian integral sedimentasi.
-   Secara praktis lapisan minyak bumi terdapat dalam kambium sampai pleistosan.
-   Minyak bumi mengandung klorofil seperti tumbuhan.
o  Ada beberapa hal yang mempengaruhi peristiwa diatas, diantaranya:
1.        Degradasi thermal
       Akibat sedimen terkena penimbunan dan pembanaman maka akan timbul perubahan tekanan dan suhu. Perubahan suhu adalah faktor yang sangat penting.
2.        Reaksi katalis
       Adanya katalis dapat mempercepat proses kimia.
3.        Radioaktivasi
Pengaruh pembombanderan asam lemak oleh partikel alpha dapay membentuk hidrokarbon parafin. Ini menunjukan pengaruh radioaktif terhadap zat organik.
4.        Aktifitas bakteri. 
   Zat organik sebagai bahan sumber Jenis zat oragink yang dijadikan sumber minyak bumi menurut para ahli dap[at disimpulkan bahwa jenis zat organik yang merupakan zat pembentuk utama minyak bumi adalah lipidzat organik dapat terbentuk dalamkehidupan laut ataupun darat dan dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu: yang berasal dari nabati dan hewani.

PENUTUP

A.    Simpulan
Minyak Bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum– minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, berwarna coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi.
Komponen-komponen Minyak Bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, senyawa alkana (hidrokarbon jenuh) serta sedikit alkena, alkuna, dan alkadiena (hidrokarbon tidak jenuh) tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.
Proses pembentukan minyak bumi terdiri dari tiga tingkat, yaitu pembentukan sendiri, migrasi minyak bumi yang terbentuk dan tersebar di dalam lapisansedimen terperangkap, akumulasi tetes minyak yang tersebar dalam lapisan sedimen hingga berkumpul menjadi akumulasi komersial.
Proses pengolahan minyak bumi sendiri terdiri dari dua jenis proses utama, yaitu Proses Primer dan Proses Sekunder. Sedangkan dampak bahan bakar terhadap lingkungan meliputi, dampak terhadap udara, iklim, perairan, tanah dan asap kendaraan bermotor.
Minyak bumi dan gas alam merupakan senyawa hidrokarbon. Kegunaan terpenting dalam senyawa hidrokarbon adalah sebagai bahan bakar, baik bahan bakar minyakataupun elpiji, bensin, solar, dan minyak tanah dalah fraksi-fraksi dari minyak bumi yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat meliputi sandang, pangan, papan, seni dan estetika.

B.     Saran
Dalam penyusunan makalah ini penulis telah berusaha mencapai hasil yang sempurna, namun karena teterbatasan pencarian data dan penulis dalam menyusun makalah ini. Maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran. Akhir kata semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian.